Laman

Senin, 08 Desember 2014

Bising dan Sunyi

Hai gelap...
Ku sapa engkau dalam diam
Ku menatapmu dalam sepi
Bertemankan sunyi
Bercerita tentang hening

Bagaimana?

Apa kau mendengarku?

Ahhh...ku yakin pasti engkau mendengarku

Akan ku ceritakan padamu bagaimana sunyi bisa sangat bersahabat
Bukan karena tak ingin lagi berteman dengan bising
Hanya saja sunyi yang tak dapat mendengar itu lebih bisa mengerti daripada bising yang hanya bisa mendengar tapi tak mampu mengerti

Ku tak menyadari bahwa sunyi memperhatikanku ketika bising masih erat denganku
Ku abaikan dia yang sesungguhnya telah lama menungguku agar segera menyadari keadaan bahwa sebenarnya bising tidak benar-benar ingin mendengarkanku
Ku acuhkan dia saat dengan lirih menyapaku dan tersenyum seolah-olah dia tahu apa yang aku butuhkan
Ku tolak dengan kasar uluran tangannya saat bising tertawa atas air mataku

Apakah dia menyerah?

Apakah dia pergi?

Tidak...
Sesungguhnya dia masih menungguku
Karena dia tahu suatu saat aku akan menyadari keberadaannya dan membutuhkannya

Ketika aku mencarinya, apakah ia sengaja bersembunyi agar aku mengemis meminta pertolongannya?

Tidak...
Dia dengan sigap meraih tanganku
Menatapku seolah-olah ingin mengatakan “dugaanku benar, bising tak baik untukmu.”
Aku menangis dibahu nya dan dengan hangatnya dia memelukku
Aku terbuai dalam kelembutan
Ku ceritakan padanya apa yang aku ceritakan pada bising
Meski dia tidak mendengarkanku, tapi dia memahamiku
Dia tidak mengecewakanku seperti apa yang dilakukan bising
Dia tidak meninggalkanku seperti apa yang dilakukan bising
Semakin hari aku semakin nyaman bercerita kepada sunyi

Mengeluhku pada sunyi...

Dari sunyi aku tahu bahwa dia ada karena Tuhanku ingin aku sejenak bersama dengannya
Dari sunyi aku menyadari bahwa Tuhanku ingin membuatku belajar bahwa apa yang aku lihat dan aku percaya belum tentu baik untukku kecuali diri-Nya
Dari sunyi aku memahami bahwa Tuhanku tidak ingin aku hanya terpaku kepada satu hal yang membuatku buta akan hal penting lainnya
Dari sunyi pula aku mengerti bahwa Tuhanku sedang menegurku bahwa aku hampir melupakan-Nya

Sunyi...
Terima kasih karena engkau selalu yang paling mengerti dan memahami aku, tapi aku sadar bahwa kamu hanya mengerti tapi tak memberiku solusi
Bukan karena tidak ingin, tapi kamu memang tidak bisa dan tidak akan pernah bisa memberiku solusi
Aku tahu sekarang apa maksud Tuhanku mempertemukan aku dengamu saat bising mulai menganggapku semu
Aku memahami sesuatu setelah lama bersamamu
Kelembutanmu membuatku jauh dari bising dan semakin jauh hari demi harinya ketika aku makin dalam terbuai dalam keramahtamahanmu
Aku masih membutuhkan bising...
Bukan karena aku ingin benar-benar bersamanya ataupun aku sudah tidak lagi ingin bersama sunyi
Hanya saja semakin lama aku larut bersama sunyi, maka aku akan semakin jauh dari bising.

Dan semakin aku jauh dari bising, maka aku selamanya akan sendirian....

2 komentar:

Kenalan dulu, baru komentar!