Hai gelap...
Ku sapa engkau dalam diam
Ku menatapmu dalam sepi
Bertemankan sunyi
Bercerita tentang hening
Bagaimana?
Apa kau mendengarku?
Ahhh...ku yakin pasti engkau mendengarku
Akan ku ceritakan padamu bagaimana sunyi bisa sangat
bersahabat
Bukan karena tak ingin lagi berteman dengan bising
Hanya saja sunyi yang tak dapat mendengar itu lebih bisa
mengerti daripada bising yang hanya bisa mendengar tapi tak mampu mengerti
Ku tak menyadari bahwa sunyi memperhatikanku ketika bising
masih erat denganku
Ku abaikan dia yang sesungguhnya telah lama menungguku agar
segera menyadari keadaan bahwa sebenarnya bising tidak benar-benar ingin
mendengarkanku
Ku acuhkan dia saat dengan lirih menyapaku dan tersenyum
seolah-olah dia tahu apa yang aku butuhkan
Ku tolak dengan kasar uluran tangannya saat bising tertawa
atas air mataku
Apakah dia menyerah?
Apakah dia pergi?
Tidak...
Sesungguhnya dia masih menungguku
Karena dia tahu suatu saat aku akan menyadari keberadaannya
dan membutuhkannya
Ketika aku mencarinya, apakah ia sengaja bersembunyi agar
aku mengemis meminta pertolongannya?
Tidak...
Dia dengan sigap meraih tanganku
Menatapku seolah-olah ingin mengatakan “dugaanku benar,
bising tak baik untukmu.”
Aku menangis dibahu nya dan dengan hangatnya dia memelukku
Aku terbuai dalam kelembutan
Ku ceritakan padanya apa yang aku ceritakan pada bising
Meski dia tidak mendengarkanku, tapi dia memahamiku
Dia tidak mengecewakanku seperti apa yang dilakukan bising
Dia tidak meninggalkanku seperti apa yang dilakukan bising
Semakin hari aku semakin nyaman bercerita kepada sunyi
Mengeluhku pada sunyi...
Dari sunyi aku tahu bahwa dia ada karena Tuhanku ingin aku
sejenak bersama dengannya
Dari sunyi aku menyadari bahwa Tuhanku ingin membuatku
belajar bahwa apa yang aku lihat dan aku percaya belum tentu baik untukku
kecuali diri-Nya
Dari sunyi aku memahami bahwa Tuhanku tidak ingin aku hanya
terpaku kepada satu hal yang membuatku buta akan hal penting lainnya
Dari sunyi pula aku mengerti bahwa Tuhanku sedang menegurku
bahwa aku hampir melupakan-Nya
Sunyi...
Terima kasih karena engkau selalu yang paling mengerti dan
memahami aku, tapi aku sadar bahwa kamu hanya mengerti tapi tak memberiku
solusi
Bukan karena tidak ingin, tapi kamu memang tidak bisa dan
tidak akan pernah bisa memberiku solusi
Aku tahu sekarang apa maksud Tuhanku mempertemukan aku
dengamu saat bising mulai menganggapku semu
Aku memahami sesuatu setelah lama bersamamu
Kelembutanmu membuatku jauh dari bising dan semakin jauh
hari demi harinya ketika aku makin dalam terbuai dalam keramahtamahanmu
Aku masih membutuhkan bising...
Bukan karena aku ingin benar-benar bersamanya ataupun aku
sudah tidak lagi ingin bersama sunyi
Hanya saja semakin lama aku larut bersama sunyi, maka aku
akan semakin jauh dari bising.
Dan semakin aku jauh dari bising, maka aku selamanya akan
sendirian....
Maaf belum kenal tapi pengen bgt bilang kalo karyanya keren :D
BalasHapusTerima Kasih :)
Hapus