Laman

Senin, 24 Februari 2014

Rindu

Merindukanmu
Bukan sekedar "aku ingin bertemu"
Bukan sekedar "aku ingin melihat wajahmu"
Bukan sekedar "aku ingin merasakan pelukmu"
Tapi bagaimana kau masih ada untukku

Mungkin aku memang harus terus bersahabat dengan jarak
Pasrah bila terus dipermainkan waktu
Bermanis-manis pada keadaan
Yang sebenarnya kau pun tahu bahwa mereka tertawa gembira dan menari diatas rasa sabar yang masih terus dipupuk ini

Terkadang aku ingin menyerah
Memasukkan semua kenangan itu dalam peti kepalsuan yang diciptakan takdir
Lalu menghanyutkannya ke laut
Biar terseret ombak, biar hilang ditelan samudera, biar tenggelam dan membusuk didalam sana

Namun aku ingat lagi
Bagaimana sayangmu menghujaniku
Bagaimana kehangatanmu memelukku
Bagaimana kau menghilangkan dahagaku yang terus haus akan cintamu
Bagaimana jarak, waktu, dan keadaan pernah menjadi buta ketika bersamamu

Maaf
Bukan bermaksud menuntut mereka untuk tak lagi mengusik kita
Hanya saja terkadang hati dan logika tak lagi berjalan beriringan
Ketakutan menghatuiku, apakah senyum itu masih milikku