Ayahku pernah berkata padaku bahwa:
“semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Enjoy aja,
kosongkan fikiran dan biarkan semua mengalir seperti air. Anggap apa yang kau
lihat tercipta untukmu maka semua akan menjadi indah.”
Tulisan memang selalu menjadi pembicara terbaik ketika mulut
tak sanggup mengutarakannya. Tulisan akan selalu membawa perasaan penulisnya.
Sedih, bahagia, kegelisahan, semua bisa disampaikan lewat tulisan ketika tak
sanggup menyampaikannya lewat mulut. Ya, seperti saat ini....
Aku selalu jadi orang yang paling takut ketika merasa telah
melakukan suatu kesalahan. Entah itu kesalahan kecil atau besar aku selalu
memikirkannya dan menyimpannya sendiri sehinga terkadang itu menjadi beban
fikiran tersendiri meskipun orang lain mungkin bisa selalu memaafkanku tetapi
tidak dengan diriku sendiri. Bahkan ketika orang lain mengatakan “tidak
apa-apa, jangan sedih lagi yah.” Bagiku itu seperti “kamu sadar gak sih apa
yang sudah kamu lakukan?”
Terkadang ada perbuatan yang kita lakukan sendiri tanpa sadar
telah menyakiti orang lain disekitar kita meskipun kita tidak pernah bermaksud
menyakiti mereka. Terkadang juga ada perbuatan yang kita lakukan meskipun orang
lain tidak merasa tersakiti tetapi kita sendiri telah merasa menyakiti mereka. Sulit......sangat
sulit......
Masalah yang kuhadapi sekarang mungkin telah membawaku ke
masa-masa gelap dalam kehidupanku. Bagiku, ini merupakan ujian kenaikan kelas
dimata Allah untuk menunjukkan bahwa aku masih termasuk hamba-Nya yang
berkualitas. Akan tetapi, entah mengapa aku merasa bahwa masalah ini
seakan-akan ingin membunuhku secara perlahan dan menyakitkan, meskipun semua
orang (orang tua, teman-teman) mengatakan “kamu kuat, kamu tegar, kamu bisa
menghadapi ini, kamu masih punya kami”. Kata-kata itu untuk beberapa saat
benar-benar menguatkanku, menyemangatiku untuk menghadapi setiap masalahku
dengan tersenyum dan berlapang dada. Hingga akhirnya saat ini tiba, saat dimana
aku tidak kuat lagi untuk menghadapinya dan tersenyum diatasnya. Sempat aku berfikir
untuk pergi saja, menghilang saja, tidak ada lagi saja, tapi aku ingat lagi
bahwa ada Allah dan mereka disampingku. Seringkali aku menangis dimalam hari
hanya untuk melepaskan sesak didadaku karena masalah ini. Seringkali aku
menangis dalam sujudku merendahkan diriku serendah-rendahnya dihadapan Allah
SWT memohon pengampunannya dan memohon agar aku diberikan kekuatan untuk
menghadapinya serta jalan keluar untuknya, memohon agar Allah melindungi semua
orang yang aku kasihi.
Apakah kalian pernah berfikir apa yang akan kalian lakukan
jika seluruh dunia menjauhimu dan mengutukmu?
Setiap hari, dimalam sebelum aku tidur aku selalu berfikiran
seperti itu, membayangkan bagaimana jadinya hidupku tanpa orang-orang yang
sangat aku sayangi. Bangun dipagi hari dengan harapan bahwa mereka masih ada
untukku dan mengetahui bahwa senyuman mereka masih karena aku. Selalu aku
memohon kepada Allah bahwa “Allah, apapun yang terjadi terhadap diriku bahkan
ketika seluruh dunia membenciku dan menjauhiku, aku mohon dengan sangat jangan
mereka (orang-orang yang aku sayangi) diantara orang-orang yang membenciku,
jangan mereka.” Meskipun aku tau aku bukan hamba yang baik bagi Allah ku tetapi
aku mencoba untuk menjadi hamba yang baik untuk-Nya. Aku mencoba menjadi anak
yang baik buat kedua orangtuaku, adik yang baik buat kakakku, teman yang baik
buat teman-temanku meskipun tidak satupun usahaku cukup dimata mereka tetapi
aku terus berusaha.
Allah, maafkan aku jika aku telah menyakiti hati hamba-Mu
yang lain, maafkan aku jika belum menjadi hamba-Mu yang baik, maafkan aku jika
aku selalu mengecewakan orang-orang disekelilingku, maafkan aku jika selalu
menyusahkan orang lain, maafkan aku jika selalu menuntut lebih, maafkan aku
jika tidak pernah berterimakasih atas apa yang telah diberi, maafkan aku jika
aku hanya menjadi beban untuk keluargaku, maafkan aku jika aku tidak pernah
melakukan sesuatu yang benar, maafkan aku jika aku kurang berusaha, maafkan aku
jika aku selalu mengeluh, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku. Bahkan jika
kalian yang membaca ini pernah merasa bahwa aku telah menyakiti kalian, aku
mohon dengan sangat maafkan aku.
Seringkali aku ingin bilang kepada keluarga dan teman-temanku
bahwa aku:
“Aku amat sangat membutuhkan kalian. Dalam keadaan kuatku
maupun dalam keadaan lemahku, dalam keadaan sehatku maupun dalam keadaan
sakitku, dalam keadaan senangku maupun dalam keadaan sedihku. Meskipun aku
tidak pernah mengucapkannya secara langsung tetapi aku bangga punya kalian, aku
bahagia punya kalian. Suatu saat nanti ketika karena kesalahanku dan karena keadaan
sehingga membuat kalian membenciku dan memaksa kalian meninggalkanku, aku hanya
meminta kalian memelukku sekali saja, memelukku dan bilang bahwa aku akan kuat
meskipun aku sendirian, aku kuat menghadapi ini semua sendirian, aku kuat.”
Masalah memang akan memaksamu menjadi dewasa, memaksamu
sendirian, memaksamu menjadi seseorang yang bukan kamu saat ini. Tetapi masalah
akan membawamu dewasa, akan membawamu menjadi pribadi yang baru, akan
memberikanmu pelajaran yang akan kamu ambil hikmahnya dan kamu bawa di
kehidupanmu kedepannya, akan mengajarkanmu apa arti kekuatan dan kelemahan, mengajarkanmu
bahwa tawa itu berharga.
Selalu akan ada cahaya diantara gelap
Selalu akan ada pelangi setelah hujan
Selalu akan ada tawa disela tangis
Aku akan menanti semua itu tiba. Sampai saat itu tiba, Allah
tolong berikan aku kekuatan untuk bertahan menghadapinya. Allah tolong biarkan
mereka (orang tua dan teman-teman) tetap disisku, mendampingiku sampai akhir,
sampai aku bisa mengganti semua sedih dan kekecewaan mereka terhadapku menjadi
tawa bahagia. Mungkin mereka akan menganggap bahwa semua tulisan ini
berlebihan, tetapi akan tiba saat nya dimana mereka akan tahu bahwa ketika kita
tidak sanggup lagi menahan sendiri hal-hal yang benar-benar menyesakkan dada
maka sampaikanlah. Mungkin mereka tidak akan mengerti atau bahkan mereka tidak
ingin mengerti, tetapi setidaknya mereka telah tahu.
Salam,
AyuRezzz
suatu saat kamu pasti jadi kamu yang lebih baik bertanggung jawab buat semua resiko yg km ambil tapi jangan coba buat putus asa masa depanmu masih panjang jaga kesehatanmu jangan lupa sholat diatas langit masih ada langit semangat yah preet :)
BalasHapus