Laman

Senin, 26 Mei 2014

Teruntuk Mereka yang Mengasihiku

Ayahku pernah berkata padaku bahwa:

“semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Enjoy aja, kosongkan fikiran dan biarkan semua mengalir seperti air. Anggap apa yang kau lihat tercipta untukmu maka semua akan menjadi indah.”

Tulisan memang selalu menjadi pembicara terbaik ketika mulut tak sanggup mengutarakannya. Tulisan akan selalu membawa perasaan penulisnya. Sedih, bahagia, kegelisahan, semua bisa disampaikan lewat tulisan ketika tak sanggup menyampaikannya lewat mulut. Ya, seperti saat ini....

Aku selalu jadi orang yang paling takut ketika merasa telah melakukan suatu kesalahan. Entah itu kesalahan kecil atau besar aku selalu memikirkannya dan menyimpannya sendiri sehinga terkadang itu menjadi beban fikiran tersendiri meskipun orang lain mungkin bisa selalu memaafkanku tetapi tidak dengan diriku sendiri. Bahkan ketika orang lain mengatakan “tidak apa-apa, jangan sedih lagi yah.” Bagiku itu seperti “kamu sadar gak sih apa yang sudah kamu lakukan?”

Terkadang ada perbuatan yang kita lakukan sendiri tanpa sadar telah menyakiti orang lain disekitar kita meskipun kita tidak pernah bermaksud menyakiti mereka. Terkadang juga ada perbuatan yang kita lakukan meskipun orang lain tidak merasa tersakiti tetapi kita sendiri telah merasa menyakiti mereka. Sulit......sangat sulit......

Masalah yang kuhadapi sekarang mungkin telah membawaku ke masa-masa gelap dalam kehidupanku. Bagiku, ini merupakan ujian kenaikan kelas dimata Allah untuk menunjukkan bahwa aku masih termasuk hamba-Nya yang berkualitas. Akan tetapi, entah mengapa aku merasa bahwa masalah ini seakan-akan ingin membunuhku secara perlahan dan menyakitkan, meskipun semua orang (orang tua, teman-teman) mengatakan “kamu kuat, kamu tegar, kamu bisa menghadapi ini, kamu masih punya kami”. Kata-kata itu untuk beberapa saat benar-benar menguatkanku, menyemangatiku untuk menghadapi setiap masalahku dengan tersenyum dan berlapang dada. Hingga akhirnya saat ini tiba, saat dimana aku tidak kuat lagi untuk menghadapinya dan tersenyum diatasnya. Sempat aku berfikir untuk pergi saja, menghilang saja, tidak ada lagi saja, tapi aku ingat lagi bahwa ada Allah dan mereka disampingku. Seringkali aku menangis dimalam hari hanya untuk melepaskan sesak didadaku karena masalah ini. Seringkali aku menangis dalam sujudku merendahkan diriku serendah-rendahnya dihadapan Allah SWT memohon pengampunannya dan memohon agar aku diberikan kekuatan untuk menghadapinya serta jalan keluar untuknya, memohon agar Allah melindungi semua orang yang aku kasihi.

Apakah kalian pernah berfikir apa yang akan kalian lakukan jika seluruh dunia menjauhimu dan mengutukmu?

Setiap hari, dimalam sebelum aku tidur aku selalu berfikiran seperti itu, membayangkan bagaimana jadinya hidupku tanpa orang-orang yang sangat aku sayangi. Bangun dipagi hari dengan harapan bahwa mereka masih ada untukku dan mengetahui bahwa senyuman mereka masih karena aku. Selalu aku memohon kepada Allah bahwa “Allah, apapun yang terjadi terhadap diriku bahkan ketika seluruh dunia membenciku dan menjauhiku, aku mohon dengan sangat jangan mereka (orang-orang yang aku sayangi) diantara orang-orang yang membenciku, jangan mereka.” Meskipun aku tau aku bukan hamba yang baik bagi Allah ku tetapi aku mencoba untuk menjadi hamba yang baik untuk-Nya. Aku mencoba menjadi anak yang baik buat kedua orangtuaku, adik yang baik buat kakakku, teman yang baik buat teman-temanku meskipun tidak satupun usahaku cukup dimata mereka tetapi aku terus berusaha.

Allah, maafkan aku jika aku telah menyakiti hati hamba-Mu yang lain, maafkan aku jika belum menjadi hamba-Mu yang baik, maafkan aku jika aku selalu mengecewakan orang-orang disekelilingku, maafkan aku jika selalu menyusahkan orang lain, maafkan aku jika selalu menuntut lebih, maafkan aku jika tidak pernah berterimakasih atas apa yang telah diberi, maafkan aku jika aku hanya menjadi beban untuk keluargaku, maafkan aku jika aku tidak pernah melakukan sesuatu yang benar, maafkan aku jika aku kurang berusaha, maafkan aku jika aku selalu mengeluh, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku. Bahkan jika kalian yang membaca ini pernah merasa bahwa aku telah menyakiti kalian, aku mohon dengan sangat maafkan aku.

Seringkali aku ingin bilang kepada keluarga dan teman-temanku bahwa aku:

“Aku amat sangat membutuhkan kalian. Dalam keadaan kuatku maupun dalam keadaan lemahku, dalam keadaan sehatku maupun dalam keadaan sakitku, dalam keadaan senangku maupun dalam keadaan sedihku. Meskipun aku tidak pernah mengucapkannya secara langsung tetapi aku bangga punya kalian, aku bahagia punya kalian. Suatu saat nanti ketika karena kesalahanku dan karena keadaan sehingga membuat kalian membenciku dan memaksa kalian meninggalkanku, aku hanya meminta kalian memelukku sekali saja, memelukku dan bilang bahwa aku akan kuat meskipun aku sendirian, aku kuat menghadapi ini semua sendirian, aku kuat.”

Masalah memang akan memaksamu menjadi dewasa, memaksamu sendirian, memaksamu menjadi seseorang yang bukan kamu saat ini. Tetapi masalah akan membawamu dewasa, akan membawamu menjadi pribadi yang baru, akan memberikanmu pelajaran yang akan kamu ambil hikmahnya dan kamu bawa di kehidupanmu kedepannya, akan mengajarkanmu apa arti kekuatan dan kelemahan, mengajarkanmu bahwa tawa itu berharga.

Selalu akan ada cahaya diantara gelap

Selalu akan ada pelangi setelah hujan

Selalu akan ada tawa disela tangis

Aku akan menanti semua itu tiba. Sampai saat itu tiba, Allah tolong berikan aku kekuatan untuk bertahan menghadapinya. Allah tolong biarkan mereka (orang tua dan teman-teman) tetap disisku, mendampingiku sampai akhir, sampai aku bisa mengganti semua sedih dan kekecewaan mereka terhadapku menjadi tawa bahagia. Mungkin mereka akan menganggap bahwa semua tulisan ini berlebihan, tetapi akan tiba saat nya dimana mereka akan tahu bahwa ketika kita tidak sanggup lagi menahan sendiri hal-hal yang benar-benar menyesakkan dada maka sampaikanlah. Mungkin mereka tidak akan mengerti atau bahkan mereka tidak ingin mengerti, tetapi setidaknya mereka telah tahu.

Salam,

AyuRezzz

1 komentar:

  1. suatu saat kamu pasti jadi kamu yang lebih baik bertanggung jawab buat semua resiko yg km ambil tapi jangan coba buat putus asa masa depanmu masih panjang jaga kesehatanmu jangan lupa sholat diatas langit masih ada langit semangat yah preet :)

    BalasHapus

Kenalan dulu, baru komentar!