Laman

Senin, 10 Maret 2014

Kita

Terang itu kini lelah menjalankan tugasnya hari ini
Dan gelap tau bahwa selanjutnya adalah tugasnya untuk menemaniku
Hembusan nafas angin malam membawaku ingin segera terlelap kembali dalam kasihmu
Berbantalkan rindu yg terus ada
Berselimutkan mimpi yg tak pernah sempat kita gapai

Kita..
Pernah menjadi kata favorit ku
Pernah menjadi kata yg tak pernah bosan aku sebutkan untuk mendeskripsikan apa itu bahagia?
Kata-kata yg entah mengapa kini sangat ku benci
Kata-kata yg kembali membawa memori yg sebenarnya telah lama ku hapus dari bilik-bilik ingatanku
Aku pernah memberimu kasih dengan sangat
Kasih tulus yang kau campakkan dan kau hempaskan begitu saja
Kau tau aku kecewa, kau tau aku marah tapi aku tak mampu melampiaskan pada dunia yg sesungguhnya melihat tapi hanya bisa diam
Namun kenyataannya yg merugi adalah kau
Sosok yg takkan pernah mendapatkan kasih seperti itu lagi dari kaum hawa diduniamu yg kau banggakan itu
Mungkin kau ingat betapa hatiku bergetar menahan tangis yg tak ingin ku perlihatkan padamu
Mungkin kau ingat bagaimana kerja kerasku untuk tetap tersenyum bahkan saat egomu menghujatku
Mungkin kau ingat juga ketika aku pernah susah payah bertahan dari terpaan ombak luka yg terus berusaha menyapuku dalam gulungannya
Aku ingat seperti apa kau terus berjalan meninggalkanku yg kini hanya bisa melihat punggungmu namun tak pernah bisa lagi menyentuhnya
Aku ingat pula seperti apa tawa bahagia yg pernah kau berikan untukku kini kau berikan pada dia yg tersenyum tertawa melihatku menatapmu tapi tak pernah sanggup berkata
Seolah mulut ini terkunci dan keadaan memaksaku bungkam
Aku rapuh..
Aku jatuh..
Aku retak..
Tidak...
Tidak lagi...
Tak akan pernah kau buatku rapuh lagi seperti kayu yg dengan ikhlasnya dimakan rayap
Tak akan pernah kau buatku jatuh lagi setelah tinggi kau membawaku kedalam angan-angan yg sebenarnya kau pun tau itu hanya ilusi
Tak akan pernah kau buatku retak lagi lalu kau tinggal begitu saja seolah indah itu tak ada lagi ketika tergores dusta
Tidak ada lagi tetesan-tetesan air mata yg akan jatuh untuk mu
Tidak ada lagi tetesan-tetesan kasih yg akan ku berikan padamu seluruhnya
Tidak ada lagi kita
Tidak ada lagi cerita kita
Yg ada hanyalah senyum-senyum kegelisahan yg masih tersisa ketika mengingatmu
Namun yg kuingat bukanlah bagaimana kita kini hanya tinggal aku
Tapi bagaimana aku pernah membuat kita itu ada


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenalan dulu, baru komentar!